Mengintip Kondisi TPU Astana Anyar Bandung

TPU Astana Anyar merupakan salah satu TPU yang dikelola oleh pemerintah Kota Bandung.

Dari total 13 tempat pemakaman umum yang ada di Bandung, Astana Anyar bisa dibilang memiliki luas yang sedang.

 

Terdapat beberapa tempat pemakaman yang lebih luas dan juga terdapat pula yang lebih kecil.

Menurut data yang diambil dari website resmi dinas pemakaman dan pertamanan kota Bandung, TPU Astana Anyar ini memiliki luas area 6,28 hektar.

Dengan luas ini, area pemakaman dari Astana Anyar diperkirakan bisa menampung 14 ribuan makam.

Lokasi makam Astana Anyar

Untuk lokasinya, Astana Anyar berada di wilayah IV dari pengelompokan dinas pertamanan dan pemakaman yaitu wilayah Tegallega.

Tepatnya, tempat pemakaman ini berada di Jalan Bojongloa, kelurahan Panjunan, Kecamatan Astana Anyar, Bandung.

Sejarah kuburan Astana Anyar

Tempat pemakaman umum Astana Anyar ini sudah berusia cukup tua.

Walaupun bukan tempat pemakaman yang paling tua di Bandung, namun umur dari TPU ini sudah lebih dari setengah abad.

Pada tahun 1950 tepatnya, tempat pemakaman umum ini dibangun untuk menjadi TPU pertama di wilayah Tegallega.

Baru setelahnya, pada tahun 1965 dibuatkan tempat pemakaman umum gumuruh dan tahun 1973 Bbk.Ciparay yang juga ada di Tegallega.

Dengan lahan yang terbatas sedangkan angka kematian yang ternyata semakin besar per tahunnya, bagaimanakah kondisi sekarang?

Dari tahun 2014 saja, TPU Astana Anyar ini sudah masuk pemberitaan.

Sudah dikabarkan sejak tahun 2014 bahwa TPU ini hanya diperkirakan mampu bertahan hingga tahun 2016 saja.

Hal ini mengingat tidak adanya perluasan yang bisa dilakukan sedangkan angka kematian di wilayah ini juga cukup tinggi.

Dengan kondisi tidak banyak perluasan sejak tahun 1950, maka sudah pasti TPU ini bisa dibilang sudah kehabisan lahan.

Menurut kepala dari TPU astana anyar, solusi yang bisa dilakukan sama halnya dengan yang ada di kota besar lainnya atau misalnya Jakarta.

Menurut pengelola, solusi terbaik yang bisa ditawarkan adalah menumpuk makam.

Dengan kata lain, jenazah baru akan menggunakan lahan makam yang sudah digunkan.

Biasanya makam yang digunakan merupakan makam yang masih ada hubungan keluarga.

Namun demikian, tentu saja banyak orang yang tidak ingin pemakaman keluarganya menjadi ditumpuk atau ditumpangi.

Selain itu, beberapa hal juga bisa diberitahukan kepada Anda terkait tempat pemakaman ini.

Info lainnya yang dimaksud ada sebagai berikut:

Sistem Rumput

Mulai tahun 2014, dinas terkait sudah menerapkan makam sistem rumput.

Artinya, makam yang masih ditembok dan memakan banyak lahan telah dihancurkan dan diganti menggunakan rumput.

Hal ini tentu saja demi membuat area makam lebih rapi dan seragam serta juga membuat daerah resapan air menjadi lebih luas.

Jika dibuatkan tembok atau dikeramik, air hujan tidak bisa terserap dengan baik dan tentu akan menyebabkan masalah.

jika ingin memiliki makam yang di tembok bisa pesan lahan di Sandiegohills

Gubuk Liar

Pemandangan yang kini terlihat disekitar area pemakaman tepatnya dekat sungai justru sangat memperihatinkan.

Kini telah berdiri beberapa bangunan liar berupa gubuk yang ditempati oleh banyak orang.

Hal ini tentu saja sangat tidak memuaskan bagi pihak keluarga.

Selain membuat makam menjadi tidak bersih, dikhawatirkan juga jika dibiarkan akan terus bertambah bangunan baru yang liar dan merusak area pemakaman.

Itu tadi ulasan mengenai kondisi TPU Astana Anyar.

Untuk lebih pasti mengenai ketersediaan lahan makam kosong saat ini, bisa ditanyakan kepada pengelola TPU yang ada di Astana Anyar secara langsung.