3 Cara Mengajarkan Keterampilan Pada Anak Dengan Efisien

Ada kalanya orang tua harus memahami cara mengajarkan keterampilan pada anak. Anda sebagai orang tua adalah guru pertama dan terpenting bagi anak Anda. Setiap hari Anda membantu anak Anda mempelajari informasi baru, keterampilan, dan cara berperilaku.

Keterampilan mengajar kepada anak-anak dapat menjadi langkah awal yang penting dalam mengelola perilaku mereka. Misalnya, jika anak Anda tidak tahu cara merapikan meja, ia mungkin menolak untuk melakukannya – karena ia tidak bisa melakukannya. Solusinya adalah mengajari bagaimana caranya.

Ada tiga cara utama Anda dapat membantu anak-anak mempelajari segala sesuatu mulai dari perawatan diri dasar hingga keterampilan sosial yang lebih rumit:

  • instruksi
  • pemodelan
  • tahap demi tahap

Ingatlah bahwa keterampilan membutuhkan waktu untuk berkembang, dan latihan itu penting. Tetapi jika Anda memiliki kendala pada perilaku anak, perkembangan, atau kemampuan anak untuk mempelajari keterampilan baru, coba ke dokter umum atau dokter anak.

Saat Anda mengajarkan keterampilan kepada anak Anda, Anda mungkin akan menggunakan lebih dari satu metode sekaligus. Misalnya, anak Anda mungkin lebih mudah memahami instruksi jika Anda juga membagi tugas menjadi beberapa langkah sederhana. Demikian juga, pemodelan mungkin bekerja lebih baik jika Anda memberikan instruksi secara bersamaan.

1. Instruksi

Ini hanya mengajarkan anak Anda bagaimana melakukan sesuatu dengan menjelaskan apa yang harus dilakukan atau bagaimana melakukannya. Anda mungkin memberikan instruksi dan penjelasan kepada anak Anda sepanjang waktu.

Poster atau ilustrasi dapat membantu anak Anda menggambarkan instruksi yang Anda berikan. Anak Anda dapat memeriksa poster itu sendiri ketika ia siap untuk mengerjakan instruksi secara mandiri. Poster juga dapat membantu anak-anak yang kesulitan memahami kata-kata.

2. Pemodelan

Dengan memperhatikan Anda, anak Anda belajar apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. Ketika ini terjadi, Anda ‘model’.

Pemodelan biasanya merupakan cara paling efisien untuk mengajar anak-anak keterampilan baru. Misalnya, Anda lebih cenderung menunjukkan daripada memberi tahu anak Anda cara membuat tempat tidur, menyapu lantai, atau melempar bola.

Baca Juga : Pola Asuh Anak yang Wajib Diketahui oleh Orang Tua

Anda juga dapat menggunakan pemodelan untuk menunjukkan keterampilan dan perilaku anak Anda yang melibatkan komunikasi non-verbal, seperti bahasa tubuh dan nada suara. Misalnya, Anda dapat menunjukkan bagaimana Anda berpaling menghadapi orang ketika Anda berbicara dengan mereka, atau menatap mata mereka dan tersenyum ketika Anda berterima kasih kepada mereka.

Pemodelan juga bisa digunakan untuk keterampilan sosial. Mendorong anak Anda dengan frasa seperti ‘Terima kasih Bu’.

3. Tahap Demi Tahap

Gagasan mengajar langkah demi langkah adalah mengajarkan langkah-langkah yang membentuk keterampilan satu per satu. Ketika anak Anda telah mempelajari langkah pertama, maka Anda mengajar langkah berikutnya, lalu langkah berikutnya, dan seterusnya. Pindah ke langkah berikutnya hanya ketika anak Anda dapat melakukan langkah sebelumnya dengan andal dan tanpa bantuan Anda. Anda terus berjalan sampai anak Anda dapat melakukan seluruh tugas untuk dirinya sendiri.

Jika tugasnya rumit, tunjukkan bagian pertama dari tugas itu dan beri anak Anda kesempatan untuk berlatih. Kemudian pindah ke bit berikutnya. Menemukan cara mengajarkan keterampilan pada anak secara efisien memanglah tidak mudah. Mulailah dengan bagian yang paling mudah jika Anda bisa.

Kesimpulan:

  • Terkadang perilaku yang sulit terjadi karena anak-anak tidak dapat melakukan apa yang Anda harapkan. Ini berarti bahwa keterampilan baru dapat membantu perilaku yang sulit.
  • Anda dapat menggunakan instruksi verbal, pemodelan, dan panduan langkah demi langkah untuk mengajarkan keterampilan fisik dan sosial.
  • Berlatih, pengulangan, pujian dan dorongan adalah kunci untuk mempelajari keterampilan baru.

sumber: Klinik Tumbuh Kembang Anak Jakarta